Selasa, 31 Juli 2012

Semua Demi Kehidupan Yang Lebih Baik.
Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, "Om, beli kue Om, masih hangat dan enak rasanya!"
"Tidak Dik, saya mau makan nasi saja," kata si pemuda menolak.
Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran.
Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, "Tidak Dik, saya sudah kenyang."
Sambil terus mengikuti si pemuda, si anak berkata, "Kuenya bisa dibuat oleh-oleh pulang, Om."
Dompet yang belum sempat dimasukkan ke kantong pun dibukanya kembali. Dikeluarkannya dua lembar ribuan dan ia mengangsurkan ke anak penjual kue. "Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya."
Dengan senang hati diterimanya uang itu. Lalu, dia bergegas ke luar restoran, dan memberikan uang pemberian tadi kepada pengemis yang berada di depan restoran.Si pemuda memperhatikan dengan seksama. Dia merasa heran dan sedikit tersinggung. Ia langsung menegur, "Hai adik kecil, kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang. Kenapa setelah uang ada di tanganmu, malah kamu berikan ke si pengemis itu?"
"Om, saya mohon maaf. Jangan marah ya. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan atas jerih payah sendiri, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh ibu saya sendiri dan ibu pasti kecewa, marah, dan sedih, jika saya menerima uang dari Om bukan hasil dari menjual kue. Tadi Om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu."
Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti. "Baiklah, berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh." Si anak pun segera menghitung dengan gembira.
Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata, "Terima kasih Dik, atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibumu."
Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap, "Terima kasih, Om. Ibu saya pasti akan gembira sekali, hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami."


"Inilah hidup yang sesunguhnya perlu  perjuangan dan pengorbanan walau sekedar untuk berjalan"



Ini sebuah ilustrasi tentang sikap perjuangan hidup yang POSITIF dan TERHORMAT. Walaupun mereka miskin harta, tetapi mereka kaya mental! Menyikapi kemiskinan bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain. Tapi dengan bekerja keras, jujur, dan membanting tulang.
Jika setiap manusia mau melatih dan mengembangkan kekayaan mental di dalam menjalani kehidupan ini, lambat atau cepat kekayaan mental yang telah kita miliki itu akan mengkristal menjadi karakter, dan karakter itulah yang akan menjadi embrio dari kesuksesan sejati yang mampu kita ukir dengan gemilang. 

Rabu, 29 Februari 2012

The Forgotten and Always Forgotten


Apakah arti sebuah keadilan?
Di saat kita orang-orang kecil hanya biasa pasrah dan menyerhakannya pada yang diatas,Apakah keadilan itu akan sampai dan memihak pada kita sebagai orang kecil yang hanya bisa utuk menunggu! Sebuah tanda besar yang sampai saat ini saya sendiri sulit untuk menemukan jawabannya?..Kemana kami harus mengadu dan menceritakan keluh kesah yang selama ini terpendan di pikiran kami.

’’HAHAHA’’ tersenyum dan sambil tertawa ketika teringat akan semua kejadian yang selama ini terjadi di sekitar saya.

‘’LUCU SEKALI’’ dan saya hanya bisa tertawa ketika mengingatnya kembali..Dimana keadilan yang selama ini kami cari dan dimana kami bisa menemukannya?

Jadi teringat sama ayu tingting..ketika seorang ayu tingting bingung mencari sebuah alamat..tapi kalau kami sampai sekarang masih bingung untuk mancari sebuah keadilaan!
Harapan Kami:
Mudah-mudah yang diatas akan semakin memperhatikan kita orang-orang kecil yang hanya bisa menunggu unuk di perjuangkan, harapan kami semoga ketika doa kami didengar oleh mereka semua akan jadi SEDIKIT lebih baik. Dan semoga mereka akan mengerti betapa sulitnya menjadi kami orang-orang yang hanya bisa berharap dan menunggu sebuah keputusan yang bijak yang bisa memperbaiki keadaan kami untuk SEDIKIT lebih baik.


Rabu, 15 Februari 2012

LUMBIR


sebuah desa yang berpotensi yang kini  terlupakan..akankah semua akan terus begini..